Oleh: Aisyah Zahrotul Lailah

Kairo, KREASI­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­—Dalam rentang tanggal 30 Juli hingga tanggal 8 September 2026, telah berlangsung rangkaian wawancara untuk mengisi Majalah Kreasi IKAA Mesir dengan tema “Kecerdasan Buatan di Era Kita”. Rangkaian wawancara tersebut dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 30 Juli dan tanggal 31 Agustus 2026. sedangkan jawaban atas pertanyaan wawancara disampaikan oleh narasumber secara daring pada tanggal 8 September.


Kegiatan wawancara ini merupakan salah satu bagian dari Majalah Kreasi IKAA Mesir, yang pada edisi kali ini untuk pertama kalinya disusun dalam bahasa Arab. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan majalah sekaligus memberi warna baru bagi para pembaca.

 

Wawancara ini diinisiasikan oleh Kru Majalah Kreasi IKAA Mesir yang terdiri atas Aisyah Zahrotul Lailah, Nurul Mustafidah, Lc, Dipl. Dan  Neswah Azalea Mazeda, Lc, Dipl. Bersama Dukturoh Ilham Muhammad Syahin sebagai narasumber. Melalui perbincangan tersebut, Kru Majalah Kreasi IKAA Mesir mencoba melihat lebih dekat bagaimana kecerdasan buatan (𝘈𝘳𝘵𝘪𝘧𝘪𝘤𝘪𝘢𝘭 𝘐𝘯𝘵𝘦𝘭𝘭𝘪𝘨𝘦𝘯𝘤𝘦/𝘈𝘐) hadir di tengah dunia pendidikan. sekaligus bagaimana semestinya teknologi tersebut ditempatkan dalam proses belajar dan memperoleh ilmu.


Pokok pembahasan dalam wawancara meliputi:

 

1. Apa peran AI dalam pendidikan saat ini?

2. Menurut Anda, apa manfaat AI bagi mahasiswa dan guru?

3. Bagaimana siswa menghadapi tantangan AI dalam pendidikan?

4. Apakah AI dapat menggantikan guru di masa depan? Mengapa?

5. Apa pesan Anda kepada siswa agar menggunakan AI secara bertanggung jawab?

 

Adapun sedikit kutipan pesan yang disampaikan oleh beliau dalam menggunakan AI: gunakanlah AI bukan agar ia menyontek menggantikan kalian, tetapi agar ia membantu kalian belajar. Gunakan AI bukan untuk membunuh pikiran kalian, tetapi untuk memperluas wawasan pikiran kalian. Verifikasilah informasinya, jagalah privasi kalian, hormatilah integritas akademik, dan jangan menyerahkan suatu karya yang tidak kalian kerjakan sendiri dengan mengatasnamakannya sebagai karya kalian.

 

Karena Islam mengajarkan kepada kita bahwa ilmu adalah amanah. Allah SWT berfirman:

“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.”

AI mungkin dapat membantu kalian mendapatkan suatu informasi, tetapi jangan biarkan AI merampas nikmat berpikir yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kalian.

_______



Berdasarkan wawancara tersebut, dukturoh menyampaikan bahwa kecerdasan buatan merupakan sarana modern yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses memperoleh ilmu dan mendukung kegiatan pembelajaran. Namun, penggunaan AI harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam memahami, memverifikasi, menilai, serta mengambil keputusan.

 

Dukturoh juga menekankan pentingnya menjaga integritas akademik, melakukan verifikasi terhadap informasi, menjaga privasi, menghindari penyontekan dan plagiarisme. Serta menggunakan AI sebagai sarana untuk membantu proses belajar, bukan malah menjadikannya sebagai sarana untuk menggantikan proses berfikir.

 

 

Related Posts

Ikatan Keluarga Abiturien Attaqwa Mesir
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Subscribe Our Newsletter

    Belum ada Komentar untuk "Menilik Peran AI dalam Pendidikan Bersama Dukturoh Ilham Muhammad Syahin"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel